Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Tarif dan Objek PPh Pasal 23

  Oke gaess.. jadi, pada tulisan kali ini, w bakal jelasin dikit ( DIKIT!!! Anjay ngegass) mengenai PPh Pasal 23 Tanpa basa – basi, kalo mau nyatakan cinta langsung aja, to the point, tidak usah bertele – tele   Jadi, apa yang dimaksud dengan PPh Pasal 23..?? Yaitu pajak yang dikenakan atas penghasilan selain yang telah dipotong PPh Pasal 21. Jadi, kalo suatu Wajib Pajak memiliki penghasilan lain yang belom/ tidak terkena PPh Pasal 21, dikenakan PPh Pasal 23. Lalu apakah semua penghasilan selain yang telah dipotong PPh Pasal 21 langsung terkena PPh Pasal 23...??   Jadi, penghasilan yang dipotong PPh Pasal 23 adalah : 1.     Dividen, termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil uusaha koperasi 2.     Bunga, termasuk premium (bukan bensin), diskonto (gausah ditambah huruf L) dan imbalan karena jaminan pengembalian utang 3.     Royalti. Kalian tau royalti kan..? ...

PPh Pasal 22 Impor dan Pembelian Bendaharawan Pemerintah ??!!

Oke gaess... jadi, pada tulisan kali ini, saya akan membahas tentang cara menghitung PPh Pasal 22. Nah, buat yang belom tau PPh Pasal 22 itu potongan pajak atas apa, simple nya, PPh Pasal 22 itu potongan atas barang impor serta barang yang dibeli oleh bendaharawan pemerintah. Nah, apa aja sih objek yang dikenakan PPh pasal 22 ini..?? Masih bayi suka ngedot, cekidot... (btw ini pantun ya gaess)   Apabila pembelian dilakukan oleh Bendaharawan Pemerintah, maka tarif PPh Pasal 22 yaitu sebesar 1,5% dari Harga Jual tidak termasuk PPN Jadi kalo misal harganya kontrak nya 110juta dan ada keterangan “sudah termasuk PPN”, maka kita hitung dulu PPN nya berapa, trus harga kontraknya dikurangi PPN tadi. Nah, baru dikalikan 1,5%   Atas Impor : Barang tertentu (lihat di Lampiran I PMK Nomor 34/PMK.010/2017) 10% Dari nilai Impor Barang tertentu lainnya (lihat Lampiran II PMK Nomor 34/PMK.010/2017) 7,5% Dari nilai Im...