Tarif dan Objek PPh Pasal 23

 

Oke gaess.. jadi, pada tulisan kali ini, w bakal jelasin dikit (DIKIT!!! Anjay ngegass) mengenai PPh Pasal 23

Tanpa basa – basi, kalo mau nyatakan cinta langsung aja, to the point, tidak usah bertele – tele

 

Jadi, apa yang dimaksud dengan PPh Pasal 23..??

Yaitu pajak yang dikenakan atas penghasilan selain yang telah dipotong PPh Pasal 21.

Jadi, kalo suatu Wajib Pajak memiliki penghasilan lain yang belom/ tidak terkena PPh Pasal 21, dikenakan PPh Pasal 23.

Lalu apakah semua penghasilan selain yang telah dipotong PPh Pasal 21 langsung terkena PPh Pasal 23...??

 

Jadi, penghasilan yang dipotong PPh Pasal 23 adalah :

1.    Dividen, termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil uusaha koperasi

2.    Bunga, termasuk premium (bukan bensin), diskonto (gausah ditambah huruf L) dan imbalan karena jaminan pengembalian utang

3.    Royalti. Kalian tau royalti kan..?

4.    Hadiah, penghargaan, bonus dan sejenisnya selain yang terlah dipotong PPh Pasal 21

5.    Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali sewa tanah dan/atau bangunan

6.    Imbalan sehubungan dengan berbagai jasa selain yang telah dipotong PPh Pasal 21

 

Lalu, penghasilan apa saja yang tidak terkena tarif PPh Pasal 23?? Yaitu :

1.    Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank

2.    Sewa yang dibayarkan atau terutang sehubungan dengan sewa guna usaha dengan hak opsi

3.    Dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai Wajib Pajak dalam negeri, koperasi, BUMN, BUMD dari penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan dan bertempat kedudukan di Indonesia dengan syarat :

a.    Dividen berasal dari cadangan laba yang ditahan

b.    Bagi PT, BUMN, BUMD yang menerima dividen, kepemilikan saham pada badan yang memberikan dividen paling rendah 25% dari jumlah modal yang disetor

4.    Dividen yang diterima oleh orang pribadi

5.    Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham – saham, persekutuan, perkumpulan, firma dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif

6.    Sisa hasil usaha koperasi yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggotanya

7.    Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada badan usaha atas jasa keuangan yang berfungsi sebagai penyalur pinjaman dan/atau pembiayaan yang diatur dengan PMK

 

Oke, lalu berapa tarif PPh Pasal 23..??

Ada 2 :

·      Sebesar 15%

1.    Dividen

2.    Bunga

3.    Royalti

4.    Hadiah

·      Sebesar 2%

1.    Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaaan harta, kecuali sewa tanah dan/atau bangunan

2.    Imbalan atas jasa selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21

 

Ya w ngerti kalian pasti males banget ngapalinnya kan..?? sama, w juga males ngapalin.. ya mau gimana lagi, namanya juga perpajakan.. kan perpajakan ada aturannya... ya kita kudu hafal sama aturan itu..

 

Contoh penghitungan PPh Pasal 23

 

1.    PT MCS membayarkan dividen kepada CV Kurikulum Duaributigabelas sebesar 500juta. PPh pasal 23 yang dipotong oleh PT MCS yaitu

= 15% X 500juta = Rp 75.000.000,00

 

Kenapa 15% ?? ya kan udah w tulis tuh diatas tarif PPh ada 2, sebesar 15% sama 2%

 

2.    PT MCS membayar bunga atas pinjaman kepada PT Perseroan Tertutup sebesar 50juta. PPh pasal 23 yang dipotong oleh PT MCS yaitu

= 15% X 50juta = Rp 7.500.000,00

 

3.    PT MCS membayar royalti kepada Acas karena telah memakai merk Akuntansi Acas (aamiin) sebesar 500juta. PPh pasal 23 yang dipotong oleh PT MCS yaitu

·      apabila Acas belum memiliki NPWP, maka tarifnya

= 30% X 500juta = Rp 150.000.000,00

·      apabila Acas sudah punya NPWP, maka tarifnya

= 15% X 500juta = Rp 75.000.000,00

 

Jadi, kalo gapunya NPWP, maka tarifnya 2x lebih gede ya gaess

 

4.    PT MCS menyewa mobil Buggati nya Acas sebesar 800juta. PPh Pasal 23 yang dipotong oleh PT MCS yaitu

·      Apabila Acas belom punya NPWP, maka tarifnya

= 4% X 800juta = Rp 32.000.000,00

·      Apabila Acas sudah punya NPWP, maka tarifnya

= 2% X 800juta = Rp 16.000.000,00

 

Tau kan gaess kenapa tarifnya 2%..?? ya karena Acas dapet penghasilan atas menyewakan barangnya.. penghasilan atas sewa, tarifnya 2%

Trus ntar tinggal diliat aja, Acas punya NPWP apa ngga, kalo ngga punya NPWP, tarifnya 2x lebih guede dari tarif normal 2%

 

5.    PT MCS meminta jasa konsultasi kepada KAP Acas dan Rekan sebesar 30juta. Maka tarif PPh Pasal 23 yang dipotong oleh PT MCS yaitu

= 2% X 30juta = Rp 600.000,00

 

Oke gaess sekian tulisan kali ini, ya singkat banget.. ya gapapa sih, lumayan ngisi waktu kosong.. mwhehe

 

Ya moon maap kalo tulisan w juga susah dipahami, ya maklum.. w juga masih belajar.. belajar mencintaimu (apasih basi banget)

 

Ya sekian tulisan kali ini... yaudah sih gitu aja

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGOPERASIKAN MYOB (PERUSAHAAN DAGANG)

Apa itu Aset Lancar???

Apa Itu PTKP ??? Bagaimana Cara Menentukan Besarnya PTKP ???