CARA MENGOPERASIKAN MYOB (PERUSAHAAN DAGANG)


1.           MASUK APLIKASI MYOB

Hal pertama yang harus kita lakukan yaitu masuk ke aplikasi MYOB. Setelah itu, kita akan melihat tampilan awal dari aplikasi MYOB seperti ini

Gambar 1.1

Bisa kita lihat, terdapat lima menu utama yang ditampilkan dari aplikas MYOB ini, yaitu :
1.       Open
2.       Create
3.       Explore
4.       What’s New
5.       Exit
Lalu, apa yang sebaiknya kita pilih? Itu tergantung kebutuhan kita. Jika kita baru akan membuat data awal dari Laporan Keuangan suatu perusahaan, atau mungkin perusahaan kita, maka kita harus memilih “Create”. Tapi jika kita sebelumnya sudah memiliki data perusahaan, maka kita tinggal memilih “Open”. Berhubung kita baru akan membuat data awal perusahaan, maka kita memilih “Create”

Gambar 1.2

2.           MEMASUKKAN DATA DIRI PERUSAHAAN

Setelah memilih menu “Create”, maka kita dapat melihat tampilan MYOB seperti ini

Gambar 2.1

Dari gambar diatas, kita dapat mengetahui bahwa ternyata kita disambut hangat oleh MYOB ini wkwk

Hal pertama yang harus kita lakukan dalam menggunakan aplikasi MYOB ini yaitu, kita harus mengisi data awal perusahaan, atau informasi seputar perusahaan yang akan kita buat Laporan Keuangannya.

Maka, kita langsung saja klik kiri tombol “Next”

Gambar 2.2

Pada maka akan muncul tampilan pada menu “Company Information” seperti ini

Gambar 2.3

Maka kita hanya perlu mengisi semua bagian yang tersedia sesuai dengan data perusahaan yang akan kita buat Laporan Keuangannya.

Tetapi, khusus pada bagian “Serial Number”, itu merupakan bagian opsional.

Gambar 2.4

Artinya, apabila kita menggunakan aplikasi MYOB Premiere Education, maka kita tidak perlu mengisinya. Karena versi Education ini memang bertujuan untuk proses belajar saja. Versi Education ini juga tidak bisa dioperasikan oleh beberapa orang sekaligus, artinya hanya satu orang saja yang dapat menginput data – data nya. Berbeda dengan versi aslinya, yang bisa dioperasikan langsung oleh beberapa orang sekaligus sehingga dalam pengerjaannya dapat lebih cepat selesai.

Setelah kita selesai memasukan informasi mengenai perusahaan, kita klik “Next”

Gambar 2.5

Maka akan muncul tampilan seperti ini

Gambar 2.6

Yang mana pada tampilan tersebut, kita masuk pada bagian “Accounting Information”. Pada bagian ini, kita diharuskan untuk mengisi informasi mengenai informasi yang akan kita buat dalam Laporan Keuangan.

1)    Current Financial Year
Gambar 2.7
Pada bagian ini, bermaksud Laporan Keuangan tahun berapa yang akan kita buat. Sesuai Buku 2 yang berisi bukti transaksi, kita diperintahkan untuk membuat Laporan Keuangan bulan November tahun 2018, maka kita ketik “2018”
2)    Last Month of Financial Year
Pada bagian ini, bermaksud pada bulan ke-berapa Laporan Keuangan kita berakhir. Untuk kasus ini, maka pilih saja bulan “Desember”

Gambar 2.8
3)    Conversation Month
Pada bagian ini, terdapat keterangan “The conversion month is the month in which you choose to begin entering transactions” yang berarti bulan apakah kita akan memulai menginput transaksi. Untuk kasus ini, bisa kita lihat pada Buku 2, transaksi dimulai pada tanggal 1 November 2018, yang berarti kita akan memulai transaksi pada bulan November. Maka pada bagian ini, kita pilih “November”

Gambar 2.9
4)    Number of Accounting Periods
Pada bagian ini, bermaksud bahwa Laporan Keuangan perusahaan kita menggunakan periode 12 atau 13 bulan. Kebanyakan perusahaan memilih 12 bulan. Tetapi apabila suatu perusahaan yang membuat adjustments atau penyesuaian, maka yang dipilih adalah 13 bulan. Dan untuk kasus ini, kita pilih yang zzz karena zzz

Gambar 2.10
Setelah pengisian informasi perusahaan atau “Accounting Information” pada semua bagian, kita klik “Next”. Maka nantinya akan muncul informasi mengenai “Accounting Information” tadi yang sudah kita isikan.
Pastikan data “Accounting Information” sesuai dengan keadaan perusahaan kita, karena data ini nantinya tidak akan bisa kita ubah lagi. Apabila masih ada yang salah, klik saja tombol “Back” lalu ubah data yang salah menjadi data yang benar.

Setelah pengisian “Accounting Information” kita masuk pada bagian “Account List”. Yang mana pada bagian ini terdapat 3 pilihan, yaitu :
·      “I would like to start with one of the lists provided by MYOB Premiere”
Yang artinya, dalam pemakaian nama – nama akun perusahaan, kita menggunakan nama – nama akun sesuai yang sudah disediakan oleh MYOB Premiere.
·      “I would like to import a list of accounts provided by my accountant after I’m done creating my company file”
Yang artinya, kita akan menggunakan nama – nama akun dengan mengimpor daftar nama akun yang sudah kita punya setelah kita selesai melakukan pengisian data perusahaan.
·      I would like to build my own accounts list once I begin using MYOB Premiere
Yang artinya, kita akan membuat daftar nama akun sendiri sesuai kebutuhan perusahaan.
Jika kita lihat Buku 1 halaman 15, disitu terdapat daftar nama akun perusahaan. Maka untuk kasus ini, kita pilih saja pilihan nomor 3 yaitu “I would like to build my own accounts list once I begin using MYOB Premiere”.
Gambar 2.12
Setelah itu, kita masuk pada bagian “Company File” yaitu kita disuruh memilih dimana kita akan menyimpan file MYOB Premiere yang kita buat ini. Tentunya ini terserah kita dimana kita ingin menyimpannya.
Untuk settingan awal MYOB ini, folder yang akan kita gunakan untuk menyimpan file ini di folder aplikasi MYOB Premiere kita.
Gambar 2.13
Tetapi, jika kita ingin mengubah nama file beserta folder tempat kita ingin menyimpan file MYOB ini, bisa kita klik tombol “Change”
Gambar 2.14
Maka ketik saja nama file nya dan kalian pilih folder mana file MYOB ini akan kalian simpan. Dan pastinya, format file nya “MYOB Premier Data (*.MYO)”
Gambar 2.15
Setelah mengubah nama file dan tempat penyimpanan file/ folder, kita klik “Next”. Setelah itu kita akan melihat tampilan “Conclusion”. Disitu terdapat dua pilihan, yaitu :
·         Setup Assistant
Yaitu kita akan melanjutkan pengisian data perusahaan, seperti nama akun, daftar persediaan, daftar hutang, daftar piutang, saldo awal dan lain – lain
·         Command Centre
Yaitu kita akan langsung menuju tahap pen-jurnalan transaksi
Dalam kasus ini, karena masih terdapat banyak sekali data – data perusahaan yang harus kita input, seperti nama akun, daftar persediaan, daftar hutang, daftar piutang, saldo awal dan lain – lain, maka kita klik “Setup Assistant”
Gambar 2.16

3.           MEMBUAT DAFTAR AKUN

Setelah memasukan data diri perusahaan, kita akan menjumpai tampilan MYOB seperti ini

Gambar 3.1
Ini merupakan tampilan awal atau bisa kita sebut sebagai beranda nya MYOB

Hal pertama yang sebaiknya kita lakukan yaitu membuat daftar akun. Karena sebelumnya kita sudah memilih “I would like to build my own accounts list once I begin using MYOB Premiere” (Gambar 2.11).

Untuk pembuatan daftar akun, kita harus masuk ke “Accounts”
Gambar 3.2

Apabila sudah masuk ke dalam “Accounts”, kita pilih “Accounts List”

Gambar 3.3

Maka nantinya akan muncul daftar akun yang sudah tersedia atau dibuatkan secara otomatis oleh MYOB

Gambar 3.4

Itu merupakan tampilan menu “Accounts List” atau daftar akun dimana kita akan membuat daftar akun sesuai kebutuhan perusahaan kita, atau daftar akun yang kita inginkan.

Dari tampilan “Accounts List” tersebut, tentunya kita bisa dengan mudah melihat apa saja akun yang termasuk asset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, HPP, beban dan lain – lain.

Gambar 3.5

Apabila kita ingin mengganti nama akun yang ada, contoh “1-0000 Assets” ingin kita ubah menjadi ”1-0000 Aktiva” sesuai pada Buku 1 halaman 15, maka langkah – langkah nya :
1)    Klik kiri 2x pada bagian akun “1-0000 Assets”

Gambar 3.6

2)    Lalu ubah nama akun nya sesuai keinginan kita

Gambar 3.8

3)    Kita pastikan, apakah akun itu termasuk Header Account atau Detail Account
Lalu bagaimana cara membedakan antara Header Account dengan Detail Account ?
Gambar 3.9

·      Header Account merupakan jenis akun yang masih meiliki anak akun, atau sederhananya masih terdapat akun lagi yang ada di dalam akun tersebut.
Contoh : pada Buku 2 halaman 15, bisa kita simpulkan bahwa akun “1-0000 Aktiva” merupakan Header Account karena masih terdapat beberapa akun lagi, seperti “1-1000 Aktiva Lancar”, “1-1100 Kas” dan “1-1110 Kas Besar”
Gambar 3.8

·       Detail Account merupakan jenis akun yang terakhir, atau tidak memiliki anak akun. Sederhananya, apabila suatu akun tidak ada lagi akun yang berada dibawahnya, maka akun tersebut termasuk jenis Detail Account.
Contoh : pada Buku 2 halaman 15, bisa kita simpulkan bahwa akun “1-1110 Kas Besar” merupakan jenis akun Detail Account karena tidak ada lagi akun dibawah akun “1-1110 Kas Besar” alias akun tersebut akun yang terakhir

Gambar 3.10
4)    Pastikan Account Number/ nomor akun sesuai dengan buku panduan
Contoh : pada akun “1-0000 Aktiva”

Gambar 3.11
Gambar 3.12
5)    Pastikan Account Type/ tipe akun benar
Contoh : akun “1-1110 Kas Besar” merupakan jenis Aktiva Lancar, maka kita pilih Other Current Asset yang artinya Aktiva Lanca Lain – lain
Gambar 3.13
Pastikan kalian sudah membuat daftar akun dengan lengkap sesuai Buku 1 halaman 15 – 17 seperti ini :
Gambar 3.14

4.           MELAKUKAN SETTING AWAL

Apabila kita lihat Buku 1 pada halaman 11, kita disuruh untuk melakukan/ mengubah setting awal.
Gambar 4.1

1)    Pertama, kita klik “setup”
Gambar 4.2
2)    Pilih Easy Setup Assistant
Gambar 4.3
3)    Maka akan mucul menu dari Easy Setup Assistant seperti ini
Gambar 4.4

4)    Lalu kita pilih Customise
Gambar 4.5
5)    Pada bagian Introduction, kita Next saja. Karena itu hanya sekedar basabasi. Tapi kalau kalian mau membacanya, ya silahkan.

Gambar 4.6
6)    Pada bagian Data Entry, terdapat 3 pilihan yaitu :
·      Use Easy-Fill When Selecting From a List
Kita centang bagian ini
·      Use Epandable Data Entry Fields in Windows
Kita centang bagian ini
·      The Enter Key Works Just Like the Tab Key When Entering SOME Data
Jangan kita centang bagian ini


Yang artinya, apabila kita menekan tombol Enter pada keyboard, itu sama fungsinya seperti kita menekan tombol Tab pada keyboard. Karena, settingan otomatis pada MYOB, apabila kita menekan tombol Tab pada keyboard, maka sama saja kita menuju ke bagian selanjutnya atau ke bagian bawahnya.
Pastikan settingannya seperti ini :
Gambar 4.8

7)    Pada Record Selection, terdapat 3 pilihan, yaitu :
·      Select and Display Account Name, Not Account Number
Artinya, apabila kita akan memilih akun, yang mucul yaitu nama akun bukan nomor akun. Tetapi, jika kita lihat Buku 2, pada semua transaksi, yang diperlihatkan yaitu Kode Akun bukan Nama Akun.

Gambar 4.9
Maka untuk pilihan ini, jangan kita centang
·      Select Items by Item Name, Not Item Number
Jangan dicentang
·      Select Cards by Card ID, Not Card Name
Yang artinya, saat menjurnal, kita hanya perlu memasukkan/ mengetik nomor kartu, bukan nama kartu
Maka untuk pilihan ini jangan dicentang
Gambar 4.9
8)    Lalu pada bagian Multiple Currencies, terdapat satu opsi :
·      I deal in Multiple Currencies (System-wide)
Artinya, apabila kita centang pilihan ini, maka nantinya dalam mengoperasikan MYOB ini kita menggunakan beberapa tipe mata uang. Seperti USD dan Euro.
Sedangkan, di Buku 1 maupun Buku 2, mata uang yang digunakan hanya Rupiah saja. Maka untuk bagian ini, tidak perlu kita centang

Gambar 4.10
9)    Pada bagian Contact Log, terdapat 4 pilihan :
·      Make a Contact Log Entry for Every Cheque (System-wide)
·      Make a Contact Log Entry for Every Deposit (System-wide)
·      Make a Contact Log Entry for Every Sale (System-wide)
·      Make a Contact Log Entry for Every Purchase (System-wide)
Artinya, kita dapat melihat daftar ringkasan dari seluruh kontak yang pernah dilakukan oleh perusahaan kita. Karena dirasa tidak terlalu dibutuhkan, maka untuk bagian ini, tidak ada yang perlu kita centang
Gambar 4.11
10)     Ageing Options bertujuan untuk memberikan pilihan kepada pengguna MYOB, dalam menganalisa penjualan dan pembelian didasarkan pada harian atau bulanan. Kita pilih yang ”Use Monthly  Ageing Periods (System-wide)” dan Identify by “Month Names”.
Gambar 4.12
11)     View Options terdapat satu pilihan, yaitu “Display To Do List When Starting MYOB Premiere”. Kita centang pilihan ini agar memudahkan kita dalam mengetahui apa yang harus segera kita selesaikan, mencari tahu piutang dan hutang kita, diskon yang sudah kadaluarsa dan lain – lain.
Gambar 4.13
12)     Conclusion, kita telah selesai mensetting “Customise Easy Setup Assistant”. Kita close saja menu tersebut. Tetapi tenang saja, untuk Easy Setup Assistant, kita bisa mengubahnya kapan saja, karena menu tersebut memang bertujuan untuk memudahkan kita dalam mengoperasikan MYOB ini.
Gambar 4.14

5.           MELAKUKAN SETTING PAJAK

Pada Buku 1 halaman 11, kita bisa melihat bahwa perusahaan ini hanya menggunakan 2 pajak saja, yaitu GST 10% sebagai PPN dan N-T sebagai not taxable 0%. Maka kita harus melakukan setting juga terhadap MYOB ini. Berikut langkah – langkah nya :
1)    Pada tampilan utama MYOB, kita klik “List”
Gambar 5.1
2)    Kita pilih “Tax Codes”
Gambar 5.2
3)    Maka akan muncul menu Tax Codes List. Secara otomatis, MYOB sudah menggunakan 3 jenis pajak/ 3 Tax Codes. Yaitu IMP, N-T dan VAT.
Gambar 5.3
4)    Maka untuk jenis IMP kita hapus saja. Untuk menghapus Tax Codes bisa dilakukan dengan langkah – langkah berikut ini :
a)    Klik 2x jenis pajak yang akan kita hapus. Untuk kasus ini, kita pilih yang IMP

Gambar 5.4
b)    Maka akan muncul Tax Code Information
Gambar 5.5
c)    Arahkan Pointer atau Mouse kalian ke menu Tax Code Information. Lalu klik kanan. Maka akan muncul beberapa pilihan seperti berikut :
Gambar 5.6
d)    Lalu kita klik Delete Tax Code.
Maka untuk jenis pajak IMP sudah berhasil dihapus
Gambar 5.7
e)    Klik saja tombol “Ok” pada Tax Code Information tadi
Gambar 5.8
5)    Setelah menghapus jenis pajak yang tidak diperlukan (untuk kasus ini yaitu jenis pajak IMP kita hapus), maka kita tinggal mengubah settingan pajak VAT menjadi GST. Karena umumnya, VAT sama dengan PPN, hanya saja VAT Bahasa Inggris, sedangkan PPN Bahasa Indonesia. Berikut langkah – langkah mengubah jenis pajak VAT menjadi GST
a)    Klik 2x jenis pajak yang akan kita ubah (untuk kasus ini kita pilih VAT)
b)    Lalu kita ubah Tax Code menjadi GST
c)    Description kita ganti menjadi PPN
d)    Linked Account for Tax Collected kita ganti menjadi “2-1302 PPN Keluaran”
e)    Linked Account for Tax Paid kita ganti menjadi “1-1241 PPN Masukan”
Ini adalah tampilan Tax Code Information sebelum diubah
Gambar 5.9



Ini adalah tampilan Tax Code Information setelah diubah

Gambar 5.10
6)    Untuk jenis pajak N-T cukup kita ubah Linked Account for Tax Paid menjadi “2-1302 PPN Keluaran”

6.           MENSETTING LINKED ACCOUNT

Apabila kita lihat Buku 1 halaman 12, disitu terdapat daftar akun yang harus kita ubah Link nya.
Gambar 6.1
Berikut langkah – langkah nya :
1)    Pada tampilan awal MYOB, klik Setup
Gambar 6.2
2)    Kita pilih Linked Account
Maka disitu terdapat 3 jenis akun yang harus kita ubah Link nya, yaitu

Gambar 6.3
a)    Accounts & Banking Accounts
Kita ubah menjadi seperti ini :

Gambar 6.4
b)    Sales Accounts
Kita ubah menjadi seperti ini :
Gambar 6.5
c)    Purchase Accounts
Kita ubah menjadi seperti ini

Gambar 6.6

7.           MENSETTING SALDO AWAL AKUN

Pada Buku 1 halaman 12, kita disuruh untuk mengisi saldo awal masing – masing akun
Gambar 7.1

Berikut langkah – langkah dalam pengisian saldo awal akun :
1)    Pada tampilan awal MYOB, kita klik “Setup”
Gambar 7.2
2)    Kita pilih “Balances”
Gambar 7.3
3)    Kita klik Account Opening Balances
Gambar 7.4
4)    Lalu kita masukan saldo dari masing – masing akun sesuai Buku 1 halaman 17
Gambar 7.5
Gambar 7.6
5)    Pastikan Amount left to be allocated : 0,00
Gambar 7.7

8.           MENSETTING CARDFILE

Pada Buku 1 halaman 12, kita disuruh untuk membuat daftar kartu/ Cardfile. Dari mulai Cardfile Customer, Supplier, Inventory dan setting khusus
Gambar 8.1
1)    Membuat Cardfile Supplier. Untuk kasus ini, kami contohkan Supplier dari PT. Cahaya Internusa saja. Untuk Supplier lainnya tinggal menyesuaikan pada Buku 1 halaman 18. Untuk saldo awal piutang, kita abaikan dulu. Karena untuk saldo awal piutang maupun hutang kita setting setelah selesai membuat Cardfile Supplier dan Cardfile Customer
a)    Pada tampilan utama MYOB, klik List > Cards
Gambar 8.2
b)    Maka akan mucul menu Cards List yang tentunya masih kosong. Maka untuk membuat Cardfile Supplier, kita klik “New”
Gambar 8.3
c)    Pada menu Profile, kita setting seperti ini
Gambar 8.4
d)    Pada menu Buying Details, kita setting seperti ini :
Gambar 8.5
e)    Setelah itu, klik OK. Selesai
2)    Membuat Cardfile Customer. Untuk kasus ini, kami contohkan Customer dari Toko Bakti Sekali saja. Untuk Customer lainnya tinggal menyesuaikan pada Buku 1 halaman 18
a)    Pada Menu Cards List, kita klik New
b)    Pada Menu Profile, kita setting seperti ini :
Gambar 8.6
c)    Pada Menu Selling Details, kita setting seperti ini :
Gambar 8.7
d)    Setelah itu, klik OK. Selesai
Pada Buku 1 halaman 13, disitu terdapat perlakuan khusus terhadap Toko Tolak Mlarat
Gambar 8.8
Berikut ini ketentuan khusus dan cara melakukan settingannya :
a)    Pada bagian “Selling Details”, kita ubah Item Price Level menjadi “Level A”
Gambar 8.9

9.           MENSETTING SALDO AWAL HUTANG DAN PIUTANG

Setelah membuat Cardfile Customer dan Supplier, kita harus memasukan saldo awal hutang dan piutang kita dari masing – masing supplier dan customer kita. Berikut langkah – langkahnya :
1)    Saldo awal piutang
a)    Pada tampilan awal MYOB, klik Setup > Balances > Customer Balances
Gambar 9.1
b)    Maka akan muncul Menu Customer Balances yang sudah berisi daftar Customer yang sudah kita buat tadi dengan saldo yang masih 0
Gambar 9.2
c)    Misal, kita akan memasukkan saldo awal piutang dari Toko Asia Bagus sebesar Rp 15.000.000,00 (Buku 1 halaman 18), maka kita Klik Toko Asia Bagus
Gambar 9.3
d)    Lalu kita Klik “Add Sale”
Gambar 9.4
e)    Kita setting seperti ini
Gambar 9.5
f)     Lalu klik OK. Selesai. Nanti akan muncul saldo awal piutang pada customer Toko Asia Bagus seperti ini
Gambar 9.6
g)    Untuk mengetahui apakah kita sudah benar/ sudah menginput semua saldo piutang kita, bisa kita lihat pada “Out of Balance Amount” sebesar 0 di Menu Customer Balances
Gambar 9.7
2)    Saldo awal hutang
a)    Pada tampilan awal MYOB, klik Setup > Balances > Supplier Balances
Gambar 9.8
b)    Maka akan muncul Menu Supplier Balances yang sudah berisi daftar Supplier yang sudah kita buat tadi dengan saldo yang masih 0
Gambar 9.9
c)    Misal, kita akan memasukan saldo awal hutang kita dari PT. Cahaya Internusa sebesar Rp 35.000.000 (Buku 1 halaman 18), maka kita klik PT. Cahaya Internusa
Gambar 9.10
d)    Lalu kita klik “Add Purchase”
Gambar 9.11
e)    Lalu kita setting seperti ini

Gambar 9.12
f)     Lalu klik OK. Selesai. Nanti akan muncul saldo awal hutang pada supplier PT. Cahaya Internusa seperti ini
Gambar 9.13

g)    Untuk mengetahui apakah kita sudah benar/ sudah menginput semua saldo piutang kita, bisa kita lihat pada “Out of Balance Amount” sebesar 0 di Menu Supplier Balances
Gambar 9.14

10.      MENGISI SALDO AWAL PERSEDIAAN

Jika kita lihat Buku 1 halaman 19, disitu terdapat daftar persediaan barang yang dimiliki oleh perusahaan. Maka kita perlu membuat saldo awal persediaan. Berikut langkah – langkahnya :
1)    Pada tampilan awal MYOB, klik List > Item
Gambar 10.1
2)    Setelah muncul Menu Item List yang masih kosong, kita klik New
Gambar 10.2
3)    Misal untuk kasus ini, kita akan membuat daftar item “AQ 0001” (Buku 1 halaman 19)

Gambar 10.3
4)    Pada Menu Item Information, bagian Profile Item, kita setting seperti ini
Gambar 10.4
Pada bagian :
·      Cost of Sales Account
Kita menggunakan akun “5-1100 Harga pokok TV Aquira” karena item ini merupakan jenis TV Aquira. Dan untuk item lainnya tinggal menyesuaikan, apakah TV Aquira, TV Zony, DVD Kenweed, DVD Polytech.
Untuk DVD Kenweed dan LD Kenweed maka termasuk dalam “Harga pokok DVD Kenweed”
Untuk DVD Polytech dan LD Polytech maka termasuk dalam “Harga pokok DVD Polytech”
Untuk Tabung TV, Kapasitor, Booster, Stabilizer dan IC termasuk dalam “Harga pokok Sparepart”
Gambar 10.5
·      Income Account for  Tracking Sales
Apabila item elektronik, maka akun yang digunakan yaitu “4-1100 Penjln Barang Elektronik” sesuai yang ada dalam Buku 1 halaman 12

Gambar 10.6
Dan apabila item Sparepart, maka akun yang digunakan yaitu “4-1101 Penjln Spare Part”
5)    Pada bagian “Buying Details” kita setting seperti ini
Gambar 10.6
6)    Pada bagian “Selling Details” kita setting seperti ini
Gambar 10.7
7)    Setelah itu, kita klik OK. Selesai. Maka nanti akan muncul item yang sudah kita buat tadi

Gambar 10.8

11.      MELIHAT SEMUA JURNAL

Sebelum melakukan penjurnal-an transaksi, pastikan kalian sudah selesai melakukan settingan MYOB sesuai keadaan perusahaan kalian. Sebaiknya, sebelum melakukan jurnal pada transaksi pertama, kita cek dulu jurnal saldo awal hutang,piutang dan persediaan kita.
Berikut langkah – langkah melihat jurnal :
1)    Pada menu Command Centre, pilih salah satu opsi, kecuali Card File
Gambar 11.1
2)    Pilih Transaction Journal
Gambar 11.2
3)    Maka akan muncul Menu Transaction Journal. Di menu tersebut, kita bisa melihat berbagai macam transaksi yang sudah dijurnal berdasarkan jenis transaksinya, dari mulai Jurnal Umum/ General, Penjualan/ Sales dan lain – lain
Gambar 11.3
4)    Kita juga bisa melihat transaksi yang terjadi dari tanggal berapa sampai tanggal berapa dengan mengisi “Dated From” dan “To”. Maka, untuk kasus ini, karena kita ingin memastikan bahwa kita sudah mencatat semua saldo awal piutang, hutang dan persediaan kita, maka “Dated From” kita isi “01/11/2018”. Kita pilih yang “All”
Gambar 11.4

12.      JURNAL BUKTI KAS KELUAR

Salah satu contoh transaksi kas keluar yaitu “BKK11001” pada Buku 2 halaman 1. Berikut langkah – langkah menjurnal Bukti Kas Keluar
1)    Pada menu Command Centre, pilih opsi “Accounts”
Gambar 12.1
2)    Lalu pilih “Record Journal Entry”
Gambar 12.2
3)    Pada “General Journal” kita isi dengan No. BKK yang ada dalam bukti transaksi. Berarti untuk contoh ini kita isi “BKK11001”
Gambar 12.3
4)    “Date” kita isi tanggal yang ada pada bukti transaksi tersebut. Berarti untuk contoh ini, kita isi “01/11/2018”
Gambar 12.4
5)    Untuk bagian “Memo” kita isi berdasarkan keterangan yang ada dalam bukti transaksi tersebut
Gambar 12.5
6)    Akun debet beserta nominalnya kita isi sesuai yang ada dalam bukti transaksi tersebut. Dan untuk memo dari akun tersebut, boleh diisi boleh tidak. Karena memo akun hanya sebagai keterangan mengenai apa yang dilakukan oleh perusahaan dalam bertransaksi menggunakan akun tersebut. Berarti untuk contoh ini, jika kalian ingin mengisinya, maka ketik saja “Beli 3 galon air minum @Rp 8.000”
Gambar 12.6
7)    Untuk akun kreditnya kita isi “1-1110 Kas Besar”, karena ini merupakan Bukti Kas Keluar, artinya perusahaan mengeluar kas sebesar Rp 24.000 untuk membeli galon air minum tadi. Dan jika kita lihat Buku 1 halaman 13, disitu terdapat kalimat “Kas digunakan untuk penerimaan tunai dan pengeluaran/ pembayaran dibawah Rp 1.000.000,00 (<Rp 1.000.000,00). Maka. Karena perusahaan ini hanya mengeluarkan kas sebesar Rp 24.000,00 saja alias dibawah Rp 1.000.000,00 (<Rp 1.000.000,00) maka kreditnya yaitu “1-1110 Kas Besar”
Gambar 12.7
8)    Setelah itu, pastikan Out of Balance nya 0. Karena MYOB tidak akan melakukan record apabila Out of Balance belum 0. Apabila sudah 0, kita klik Record
Gambar 12.8
9)    Maka, nanti jurnalnya akan seperti ini
Gambar 12.9

13.      JURNAL BUKTI KAS MASUK

Dalam menjurnal transaksi kas masuk, tidak jauh berbeda dengan kas keluar. Karena yang berbeda hanyalah posisi akun “1-1110 Kas Besar” pada transaksi kas keluar berada di kredit. Sedangkan pada transaksi kas masuk, akun “1-1110 Kas Besar” berada di posisi debet. Sesuai persamaan akuntansi
Contoh transaksi kas masuk ada pada Buku 2 halaman 34 yaitu “BKM11001”. Berikut langkah – langkah menjurnal transaksi kas masuk
1)    Account > Record Journal Entry
Gambar 13.1
2)    Kita isi General Journal, Date, dan Memo nya sesuai yang ada dalam bukti transaksi tersebut
Gambar 13.2
3)    Untuk akun debet nya kita isi “1-1110 Kas Besar” sebesar Rp 140.000,00 karena kas kita bertambah. Dan kreditnya yaitu “8-1100 Laba Penjualan Aktv Tetap” sebesar Rp 140.000,00 sesuai yang ada dalam bukti transaksi tersebut

Gambar 13.3
4)    Maka, jurnal nya akan seperti ini
Gambar 13.4

14.      JURNAL PENJUALAN/ SALES

Salah satu contoh transaksi penjualan yang dilakukan oleh perusahaan ini yaitu pada Buku 2 halaman 4, yaitu dengan No. PO : AB 5368
Berikut langkah – langkah menjurnal transaksi penjualan tersebut :
1)    Sales > Enter Sales
Gambar 14.1
2)    Kita pilih “Order”
Gambar 14.2
3)    Pilih icon “Layout”
Gambar 14.3
4)    Pilih “Item”
Gambar 14.4
Lalu klik OK
5)    Lalu kita isi sesuai informasi yang ada dalam bukti transaksi tersebut

Gambar 14.5
Dalam mengoperasikan MYOB, kita hanya perlu menekan tombol “TAB” pada keyboard kita agar lebih mudah dan cepat.

a)    Balance Due : total Rp yang ada dalam bukti transaksi, berarti untuk contoh ini harus senilai Rp 51.480.000,00 sesuai yang ada dalam bukti transaksi tersebut.

Gambar 14.6
b)    Freight : karena Freight merupakan biaya angkut, dan disini tidak ada keterangan bahwa biaya angkut terkena pajak. Maka kita pilih “N-T”

Gambar 14.7
6)    Lalu kita klik “Record”

Gambar 14.8
7)    Lalu kita pilih “Invoice”
Gambar 14.9
8)    Lalu kita masukan customer yang tadi, yaitu Toko Bakti Sekali. Maka nanti akan muncul List seperti ini
Gambar 14.10
9)    Kita klik “Use Sale”
Gambar 14.11
10)     Maka akan muncul tampilan Order tadi, seperti ini
Gambar 14.12

11)     Kita klik “Invoice”
Gambar 14.13
12)     Maka secara otomatis tampilan yang awalnya Order berubah menjadi Invoice yang sudah berisi informasi sesuai Order tadi. Pastikan, semua data yang ada dalam Invoice tersebut sesuai dengan bukti transaksinya, seperti tanggal, customer PO, dan lain – lain. Karena biasanya, berubah sendiri. Jadi kita juga harus teliti dalam mengoperasikan MYOB. Walaupun dalam mengoperasikan MYOB ini sangat mudah, seringkali  hanya menekan tombol “TAB” saja, kita tetap harus teliti.
Gambar 14.14

13)     Lalu kita klik Record
Gambar 14.15
14)     Muncul pemberitahuan seperti ini, Klik OK saja
Gambar 14.16
15)     Lalu close saja Menu tadi

Gambar 14.17
16)     Maka jurnalnya akan seperti ini
Gambar 14.18

15.      JURNAL PENERIMAAN BARANG

Menjurnal transaksi penerimaan barang, sebenarnya tidak terlalu berbeda jauh dengan pada saat menjurnal transaksi penjualan. Karena yang membedakan hanya dimana kita menginputnya. Apabila kita akan menjurnal transaksi penjualan, kita menginputnya ke menu “Sales” atau penjualan. Sedangkan jika kita akan menjurnal transaksi penerimaan barang, maka kita harus menginputnya ke menu “Purchases” atau pembelian.
Salah satu contoh transaksi penerimaan barang yaitu ada pada Buku 2 halaman 39 dan 40 yaitu LPB11003 dan No Faktur 3288. Laporan penerimaan barang selalu berkaitan dengan faktur pembelian. Karena sebelum menerima barang, tentunya perusahaan sudah melakukan order pembelian terhadap supplier. Apabila sudah terjadi kesepakatan antara perusahaan dengan supplier, maka supplier akan menerbitkan Faktur kepada perusahaan kita. Lebih sederhananya, proses menjurnal Laporan Penerimaan Barang pada MYOB adalah sebagai berikut :

 ORDER > RECEIVE ITEMS > BILL

Berikut langkah – langkah dalam menjurnal Laporan Penerimaan Barang :
1)    Pilih Purchases > Enter Purchases
Gambar 15.1
2)    Pilih Order

Gambar 15.2
3)    Pilih Layout “Item”

Gambar 15.3
4)    Lalu kita isi Order sesuai informasi yang ada dalam bukti transaksi tersebut. Pastikan, Balance Due sama dengan yang ada dalam Faktur halaman 40
Gambar 15.4
5)    Lalu kita Record. Setelah di Record, kita pilih Receive Items
Gambar 15.5
6)    Lalu kita masukan suppliernya. Maka secara otomatis akan muncul List seperti ini
Gambar 15.6
7)    Lalu kita klik Use Purchase
Gambar 15.7
8)    Maka secara otomatis akan muncul Order yang tadi kita buat. Lalu kita klik “Receive Items”
Gambar 15.8
9)    Setelah muncul tampilan “Receive Items”, kita masukkan total item yang kita terima. Pastikan juga Balance Due sesuai dengan Faktur halaman 40
Gambar 15.9
10)     Lalu kita Record. Setelah di Record, kita pilih Bill
Gambar 15.10
11)     Lalu kita pilih supplier nya. Setelah muncul List seperti ini, klik Use Purchase

Gambar 15.11
12)     Setelah muncul Order yang tadi sudah kita buat, klik “Bill”

Gambar 15.12
13)     Lalu kita Record
Gambar 15.13
14)     Klik saja OK
Gambar 15.14
15)     Selesai. Maka jurnal untuk transaksi ini akan seperti ini
Gambar 15.15

16.      JURNAL PEMBAYARAN HUTANG

Pembayaran hutang umumnya dilakukan menggunakan cek alias dengan Bukti Bank Keluar. Apabila akan membayar hutang kepada supplier, maka kita menggunakan opsi Purchases. Salah satu contoh transaksi pembayaran hutang kepada supplier atau Bukti Bank Keluar yaitu pada Buku 2 halaman 12. Berikut langkah – langkah nya
1)    Klik Purchases > Pay Bills
Gambar 16.1
2)    Lalu kita masukkan nama suppliernya
Gambar 16.2
3)    Lalu kita lengkapi Pay Bills tersebut sesuai informasi yang ada dalam bukti transaksi tersebut. Pada bagian Amount, kita isi sesuai nominal yang ada dalam bukti transaksi tersebut
Gambar 16.3
4)    Pastikan akun yang digunakan untuk membayar hutang ini yaitu “1-1161 Bank BCA (AC 5701) sesuai ketentuan yang ada dalam Buku 1 halaman 13 dan informasi yang ada dalam bukti transaksi tersebut.
Gambar 16.4
Gambar 16.5
5)    Setelah mengisi Amount, kita tekan tombol TAB pada keyboard sampai muncul angka pada Amount Applied senilai Amount yang kita isi tadi (pada contoh ini, senilai Rp 30.000.000,00)
Gambar 16.6


6)    Lalu kita tekan tombol TAB pada keyboard sekali lagi agar Out of Balance nya menjadi 0
Gambar 16.7
7)    Lalu kita record. Maka nanti jurnalnya akan seperti ini
Gambar 16.8

17.      JURNAL PENERIMAAN PIUTANG

Dalam menjurnal transaksi pembayaran hutang hampir sama dengan transaksi penerimaan piutang. Hanya saja, pada saat pembayaran hutang, kita menggunakan opsi Purchases, sedangkan pada saat penerimaan piutang kita menggunakan opsi Sales. Salah satu contoh transaksi penerimaan piutang yaitu pada Buku 2 halaman 10 yaitu BBM11002. Berikut langkah – langkah dalam menjurnal penerimaan piutang pada contoh tersebut
1)    Klik Sales > Receive Payments
Gambar 17.1
2)    Kita pilih customernya, dalam kasus ini, kita masukan Toko Mataram Teknik sesuai bukti transaksi tersebut
Gambar 17.2
3)    Untuk bagian Deposit to Account kita isi akun “1-1162 Bank BCA (AC 8802) karena, cek tersebut mengirim sejumlah uang sebesar Rp 30.000.000,00 ke Bank BCA (AC 8802) milik perusahaan kita, sesuai informasi yang ada dalam bukti transaksi tersebut
Gambar 17.3
4)    Kita isi Receive Payments tersebut sesuai informasi yang ada dalam bukti transaksi tersebut. Terutama bagian “Amount Received” kita isi Rp 30.000.000,00
Gambar 17.4
5)    Lalu kita tekan tombol TAB pada keyboard sampai muncul angka Rp 30.000.000,00 pada bagian Total Applied dan Amount Applied
Gambar 17.5
6)    Include Closed Sales merupakan opsi apabila terdapat penjualan yang sudah selesai prosesnya, atau bisa dibilang sudah lunas. Jika kita lihat di table tersebut, terdapat satu transaksi yang masih terhutang oleh customer Toko Mataram Teknik senilai Rp 30.000.000,00. Sedangkan kita sedang melakukan penjurnalan/ Toko Mataram Teknik tersebut sudah melunasi hutangnya sebesar Rp 30.000.000,00 berdasarkan bukti transaksi tersebut. Maka untuk Receive Payments tersebut, kita beri tanda centang (V) pada bagian Include Closed Sales.
Gambar 17.6
7)    Setelah itu, kita Record
8)    Maka jurnal untuk transaksi tersebut yaitu seperti ini
Gambar 17.7

18.      JURNAL RETUR PENJUALAN

Salah satu contoh transaksi retur penjualan yaitu pada Buku 2 halaman 30. Berikut langkah – langkah nya
1)    Sales > Enter Sales > Invoice
Gambar 18.1
2)    Pilih customernya
Gambar 18.2
3)    Pilih Layout yang “Item”
Gambar 18.3
4)    Lalu kita isi Invoice tersebut sesuai informasi yang ada dalam bukti transaksi. Untuk Ship kita isi (-1)
Gambar 18.4
5)    Klik tanda panah sebelah Item Number
Gambar 18.5
6)    Income Account for Tracking Sales kita ganti menjadi “4-2000 Retur Penjualan”
Gambar 18.6
7)    Klik saja OK. Lalu pada bagian Journal Memo kita ketik “Retur Penjualan”
Gambar 18.7
8)    Pastikan Balance Due sesuai dengan Total yang ada dalam bukti transaksi, yaitu senilai Rp 1.320.000,00
Gambar 18.8
9)    Setelah itu, kita Record
10)     Lalu kita klik List > Items
Gambar 18.9
11)     Lalu kita pilih item yang tadi di retur, yaitu item TV Aquira 21.
Gambar 19.10
12)     Lalu kita ubah lagi Income Account for Tracking Sales menjadi “4-1100 Penjln Barang Elektronik”
Gambar 18.11
13)     Klik saja OK. Selesai, maka jurnal untuk transaksi tersebut akan seperti ini
Gambar 18.12

19.      JURNAL RETUR PEMBELIAN

Salah satu contoh transaksi Retur Pembelian yaitu pada Buku 2 Halaman 55 yaitu “SJR11001”. Berikut langkah – langkahnya
1)    Purchases > Enter Purchases. Pilih yang Bill
Gambar 19.1
2)    Lalu isi Bill sesuai informasi yang ada dalam bukti transaksi dengan pilihan Layout “Item”. Pada bagian Bill kita isi (-1), artinya, kita mengembalikan 1 unit barang DVD Kenweed yang sudah kita beli sebelumnya
Gambar 19.2
3)    Bagian Price, kita masukan nominal sesuai yang ada dalam bukti transaksi, berarti untuk contoh ini kita isi Rp 500.000,00
Gambar 19.3
4)    Pada Journal Memo kita ganti menjadi Retur Pembelian atau bisa juga Surat Jalan Retur
Gambar 19.4
5)    Pastikan Balance Due sama dengan yang ada dalam bukti transaksi tersebut, yaitu sebesar -Rp 550.000,00. Setelah itu kita Record
Gambar 19.5
6)    Setelah di Record, kita Klik icon Register
Gambar 19.6
7)    Lalu kita pilih yang “Returns & Debits”. Maka disitu terdapat transaksi SJR11001 yang sudah kita buat tadi
Gambar 19.7
8)    Lalu kita klik “Apply to Purchase”
Gambar 19.8
9)    Maka akan muncul Menu Settle Returns & Debits. Kita isi sesuai informasi yang ada dalam bukti transaksi tadi

Gambar 19.9
10)     Lalu kita tekan tombol TAB pada keyboard sampai Out of Balance nya menjadi 0
Gambar 19.10

11)     Lalu kita Record. Selesai. Maka transaksi “SJR11001” yang tadi ada di Returns & Debits hilang.
Gambar 19.11
12)     Maka akan ada 2 jurnal seperti ini
Gambar 19.12


20.      JURNAL TRANSFER BANK/ BANK KELUAR

Salah satu contoh transaksi transfer bank yaitu pada Buku 2 halaman 22, “BBK11005”. Berikut langkah – langkahnya dalam menjurnal transaksi tersebut
1)    Banking > Spend Money
Gambar 20.1
2)    Akun nya kita pilih “1-1162 Bank BCA (AC 8802). Karena transaksi tersebut mengartikan bahwa, perusahaan mentransfer uang sejumlah Rp 70.000.000,00 dari Bank BCA (AC 8802) ke BCA AC 5701)
Gambar 20.2
3)    Kita isi sesuai informasi yang ada dalam bukti transaksi tersebut. Payee, artinya dibayarkan kepada. Maka kita isi saja “BCA Ac. No. 5701”
Gambar 20.3
4)    Lalu pada tabel akun, kita masukan akun “1-1161 Bank BCA (AC 5701)”
Gambar 20.4
5)    Setelah Out of Balance nya 0, kita record. Selesai. Maka jurnalnya akan seperti ini
Gambar 20.5

21.      JURNAL BEBAN DEPRESIASI/ BUKTI MEMORIAL

Salah satu contoh transaksi Bukti Memorial yaitu pada Buku 2 halaman 89, “BM11001”. Berikut langkah – langkahnya
1)    Di dalam bukti memorial tersebut, terdapat keterangan bahwa biaya depresiasi bangunan sebesar 5% dengan harga perolehan Rp 2.350.000.000,00. Tetapi, maksud dari bukti transaksi tersebut, merupakan penghitungan depresiasi selama bulan November tahun 2018 saja, alias biaya depresiasi dalam sebulan. Maka total biaya depresiasinya yaitu :

Biaya Penyusutan Perbulan = Harga Perolehan x Prosentase x 1/12
Biaya Penyusutan Perbulan = Rp 2.350.000.000,00 x 5% x 1/12
Biaya Penyusutan Perbulan = Rp 9.791.667
2)    Accounts > Record Journal Entry
Gambar 21.1
3)    Kita isi sesuai informasi yang ada dalam bukti transaksi. Karena ini merupakan biaya depresiasi, maka Debitnya yaitu biaya depresiasi, dan kreditnya akumulasi depresiasi bangunan
Gambar 21.2
4)    Setelah itu kita Record. Selesai. Maka jurnalnya akan seperti ini
Gambar 21.3

22.      LAPORAN KEUANGAN

1)    Laporan Posisi Keuangan
Reports > Accounts > Standard Balance Sheet
Gambar 22.1

2)    Laporan Laba Rugi
Reports > Profit & Loss (Accrual)
Gambar 22.2




23.      TUTUP BUKU

Apabila kita sudah berada dalam akhir periode alias masuk ke periode berikutnya, maka pasti kita harus melakukan penutupan. Berikut langkah – langkahnya
1)    File > Start a New Year
Gambar 23.1

2)    Maka akan muncul tampilan seperti ini. Maksudnya yaitu bahwa sebelum melakukan penutupan, sebaiknya kita back up terlebih dahulu. Karena apabila kita sudah melakukan penutupan, maka data tersebut tidak dapat kembali seperti sebelumnya. Yang mana, semua jurnal akan hilang secara otomatis, dan kita tidak dapat mengubahnya lagi. Maka dari itu, sebaiknya kita back up terlebih dahulu

Gambar 23.2
3)    Pilih folder dimana anda ingin menyimpan file back up nya
Gambar 23.3
4)    Lalu kita continue
Gambar 23.4
5)    Continue lagi
Gambar 23.5

6)    Kita setting menjadi seperti ini
Gambar 23.6
7)    Kita continue lagi
Gambar 23.7
8)    Continue lagi
Gambar 23.8
9)    Continue lagi
Gambar 23.9
10)     Continue lagi
Gambar 23.10
11)     Continue lagi
Gambar 23.11
12)     Lalu Start a New Financial Year. Selesai



Gambar 23.12





DAFTAR PUSTAKA

Hadiprajitno, Basuki. 2007. Praktek Komputer Akuntansi I. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Aset Lancar???

Apa Itu PTKP ??? Bagaimana Cara Menentukan Besarnya PTKP ???